Saya bukan penikmat batu, makanya senyum-senyum saja ketika melihat orang-orang yang menggilai batu. Mereka bahkan memiliki trik tersendiri untuk melihat batu.
Batu yang sedang populer di Aceh, khususnya di Bireuen adalah Batu Giok. Banyak jenis batu giok; ada Solar, Nefrid Jade dan lainnya. Warnanya pun beragam mulai dari hijau, agak putih, kuning bening dan warna-warna menarik lainnya. Tentunya jangan tanya tentang harga karena benar-benar tinggi bagi kita-kita yang tidak menyukai batu.
Batu Giok sangat digandrungi oleh mereka yang berdompet tebal. Giok Gayo Lues, Nagan Raya dan Bireuen menjadi giok unggulan yang sangat diminati dan paling dicari.
Disamping batu giok, terdapat juga batu-batu lainnya yang juga dianggap berkhasiat. Bermacam khasiat disematkan pada batu yang juga mempengarahu akan harga batu itu sendiri. Khasiat kebal, pelaris, pemanis, peunawa racon dan ada juga yang katanya berkhasiat untuk meningkatkan daya jelajah kaum lelaki.
Bagi anda yang tidak menyukai batu-batu ini bersiaplah untuk tercengang dengan harganya. Satu batu cincin minimal dijual dengan harga Rp 300.000 bahkan ada yang sampai jutaaan dan puluhan juta. Di sepanjang jalan di Linge, terdapat sebuah pemukiman penduduk yang mata pencahariaannya mencari batu. Mereka menjual batu-batu yang belum diolah. Kisaran harga dari Rp 100.000 sampai diatas 5 jutaan. Meskipun batu-batu yang dijual belum tentu batu giok atau berkhasiat seperti keinginan pembeli. Tapi itulah khasiat batu, membuat manusia tertarik hatinya. Semakin unik sebuah batu maka semakin tinggi harganya.
Saya pernah bertanya pada seorang pemakai batu cincin gaya khas Bireuen. Apa khasiat batu yang dia gunakan di 8 jarinya itu.
"Khasiatnya yang paling utama adalah membuat berat dijari" jawabnya singkat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment